Anang Hermansyah Jadi Brand Ambassador HIPSI

HIPSI Siap Mencetak 1 Juta Santri More »

Bank Mandiri Hibahkan Rp2,9 Miliar ke NU

WMM Mandiri Goes to pesantren More »

Pelatihan Budi Daya Lele

Pelatihan Lele Sangkuriang More »

Amanat Mbah Hasyim Pada Deklarasi Nahdlotut Tujjar 1918

Amanat Mbah Hasyim Pada Deklarasi Nahdlotut Tujjar 1918 More »

 

Nonton Bareng dengan HIPSI (FREE 125 Tiket)

nobar hipsi

HIPSI_Nobar hadir kembali ! 125 Tiket FREE untuk Tahap 1 (Seharga Rp.50 rb/tiket)

Kabar Gembira untuk rekan-rekan HIPSI Jatim.

Acara Nonton Bareng HIPSI GRATIS! besok kamis 26 Desember 2013, Pkl 15.30 di Biskop 21 Sutos (Surabaya Town Square)
Kali ini nonton film Soekarno.

Tersedia 100 Tiket Free untuk yg sudah py MemberCard HIPSI.
yg belum punya bisa daftar di Tempat.

Info 088999027244.
Supported by Kopi Kapal Api & Wilmar Int.
+++++++
Daftar Anggota HIPSI di SINI  

Kisah PNS Jujur Mimpi Jumpa Nabi dan Naik Haji

Kisah ini adalah tentang tetangga yang saya kenal saat saya masih kuliah. Sebut saja namanya Pak Arif. Mungkin ia terlampau jujur, atau mungkin ia memang tak berbakat curang.

Tak seperti teman-temannya, tiga puluh tahun menjadi pegawai negeri sipil, hidup Pak Arif tak kunjung berubah. Sementara teman-temannya, entah bagaimana, sudah bisa membeli rumah dan bahkan mobil.

Bukannya ia tak ingin kaya. Ia ingin sekali punya banyak uang. Ia ingin pergi menunaikan haji. Dengan uang halal tentunya.

Demikianlah setiap bulan sedikit demi sedikit ia menyisihkan beberapa puluh ribu. Terkadang bisa beberapa ratus ribu. Setiap malam ia berdoa mohon diberi rezeki bisa menunaikan haji.

Tetapi mungkin Tuhan belum berkenan menerimanya sebagai tamu di rumah-Nya:  setiap terkumpul beberapa juta, uangnya selalu berkurang—terkadang habis—karena untuk biaya berobat. Atau, mungkin karena lelaki itu terlalu baik: jika semuanya baik-baik saja, selalu ada hal yang membuatnya mengambil tabungannya; ia sering tak tega melihat ada orang yang kesusahan.

Kadang, ia mengambil tabungannya setiap kali melihat anak tetangganya  kesulitan membayar SPP. Atau saat ada berita bencana, ia selalu mengambil tabungannya untuk membantu. Dan anehnya, sepertinya ia ditakdirkan bertemu dengan orang-orang yang kesusahan.

Selama bertahun-tahun uang tabungannya yang tak banyak itu lebih banyak dipakai untuk membantu orang. Tentu kita paham sekarang mengapa tabungannya  tak pernah cukup untuk biaya naik haji, apalagi biayanya tiap tahun terus naik. Tetapi ia terus berdoa mohon bisa sampai ke Tanah Suci, dan terus menabung, walau tabungannya tak pernah bertambah banyak.

Kini Pak Arif sudah pensiun. Ia tak bisa lagi menabung banyak-banyak. Uangnya  cukup untuk sehari-hari  tetapi selalu bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk ditabung, meski pada akhirnya habis juga karena untuk menolong orang.

Apakah ia putus asa? Tidak. Ia tetap berdoa, dengan doa yang sama seperti tiga puluh tahun yang lalu. Hingga suatu malam pada malam tanggal sembilan bulan haji, ia bermimpi berada di Mekah. Ia melaksanakan semua ritual haji—tawaf, wuquf dan sebagainya. Dalam mimpinya, saat wuquf itu ia dikunjungi Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Ia terbangun tepat saat adzan subuh. Ia menangis, sebab ternyata itu hanya mimpi. Tetapi ia bahagia karena bermimpi bertemu Kanjeng Nabi.

Seminggu sesudah mimpi  ia pagi-pagi kedatangan tamu. Mengaku utusan dari mantan atasannya, yang baru saja naik haji dengan ONH plus. Utusan itu berkata kepadanya, “sesuai pesen bapak, ini saya diutus mengantar kenangan-kenangannya yang Pak Arif minta untuk dicetak.”

Utusan itu menyerahkan sebuah foto. Pak arif memandang foto itu lama sekali: ia belum pernah ke Arafah, tetapi di foto itu tampak sang atasan duduk bersama Pak Arif memakai baju ihram di padang Arafah.

Tri Wibowo BS
Lereng Merapi, Yogyakarta (sumber nu online)

Pembina HIPSI Pusat: Menjalankan Bisnis, Amalkan Sunah Rasul

HIPSI DIY

Yogyakarta, NU Online
Aktivitas bisnis sama dengan menjalankan sunah Rasul. Rasulullah adalah saudagar Makkah. Dengan pamannya, Rasul berdagang ke Syam, dan lain kota. Sejarah itu memberikan pelajaran bagi umat bahwa ketika di dunia manusia tetap harus bekerja tanpa mengabaikan akhirat.

Demikian disampaikan Pembina Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Pusat Aunur Rofiq saat menjadi pemateri dalam Seminar Entrepreneur yang diadakan HIPSI DIY di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jum’at (20/12) siang.

Hadits Rasul, lanjut Rofiq, menyebutkan, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Rasulullah pun memberikan contoh nyata dari hadits itu.

Rofiq sedikit menyayangkan para da’i yang menyatakan, daripada menjadi orang kaya yang tidak bertaqwa, lebih baik menjadi orang miskin yang bertaqwa dan tawakkal.

“Seharusnya dibalik, lebih baik menjadi orang kaya yang sekaligus bertaqwa. Jadi mindset kita jangan hanya ingin jadi pejabat, tapi juga menjadi pengusaha yang bisa menyerap para pengangguran,” ujar Rofiq yang juga Komisaris Utama PT Nusantara Termagoal.

Rofiq yang telah melanglang dalam dunia bisnis mengatakan, seorang pebisnis akan selalu berpikir dan melihat peluang. Pebisnis tidak boleh berpikir dan khawatir bangkrut. “Satu lagi, dalam bisnis harus betul-betul menggunakan otak. Jangan hanya jadi makelar,” tegasnya.

Senada dengan penyampaian narasumber lain Ishadi SK, Rofiq menyatakan optimis akan masa depan perekonomian Indonesia. Karena, di banding lain negara, Indonesia memiliki generasi muda yang sangat banyak. (Dwi Khoirotun Nisa/Alhafiz K)
Sumber NU Online

SIMPLY MARKETING !

Banyak orang membuka usaha hanya modal berani, salahkah? Tidak, daripada tidak action. Namun segala sesuatu itu ada ilmunya. Saya banyak mengalami kegagalan usaha, karena pakai sistem trial error (banyak error-nya). Karena itulah saya bertekad untuk mencari ‘ilmunya’. Ternyata, dengan ‘berhenti sejenak’, menyusun STRATEGI, kita dapat mengeleminasi kegagalan dan mengakselerasi kesuksesan.

Materi ini adalah materi revolusioner, karena terbukti berhasil mengajarkan marketing di YEA hanya dalam waktu 2 jam saja. Let’s start…

Demi Cinta…

Elang adalah perjaka yang tulus, pekerja keras dan setia. Ia menemukan seorang wanita yang telah lama dia impikan, Cinta (tanpa Laura). Masalahnya, Elang kalah start dengan Peter (tanpa Pan). Peter telah menjadi kekasih Cinta selama 2 tahun… Elang berprinsip selama janur kuning belum melengkung, masih ada harapan bagi dirinya… Apalagi Elang yakin bahwa dia bisa lebih membahagiakan Cinta dibandingkan Peter. Ciee… Jika Anda adalah Elang, apa yang akan Anda lakukan untuk mendapatkan Cinta? Jawab yaa… dalam 3 menit!

Open Recruitment HIPSI Jabar & Jateng, Yuk bergabung!

HIPSI jabar & jateng

Untuk rekan-rekan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kami mengundang rekan2 semua untuk bergabung dan berjejaring, berjuang bersama di dalam kepengurusan HIPSI Jabar dan Jateng.
Download Form Aplikasi disini
Monggo bisa kirim formulir / CV ke pesantrenmandiri@gmail.com

Terimakasih

About HIPSI

Sekilas tentang  HIPSI

Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) telah di didirikan dan di launching pada tanggal 3 Februari 2012. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri dan mengokohkan jejaring ekonomi antar warga nahdiyyin seluruh Indonesia

Para Pendiri HIPSI adalah 500-an para santri pondok pesantren dari berbagai wilayah yang mengikuti workshop Entrepreneur di Pesantren Al-Yasini Pasuruan. HIPSI ini telah direstui langsung oleh Ketua dan Sekretaris RMI NU (Bpk DR. Amien Haedary dan KH Miftah Faqih)

HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini Pasuruan ini juga sudah berkembang di sejumlah daerah, seperti Jatim, Jateng, Banten, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain seperti Jabar, makasar, bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Hongkong menjadi target berikutnya.

Profil dan Program Kerja Hipsi (Bisa di Download) HIPSI Program Kerja

Visi HIPSI :

“ Mencetak 1 Juta Santri Pengusaha“

Misi :

  1. Menjadi wadah pengembangan Pendidikan Wirausaha Santri  yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif.
  2. Melahirkan Pengusaha Besar Nasional dari Pesantren
  3. Mensinergikan jejaring kekuatan ekonomi santri Indonesia
  4. Pemberdayaan ekonomi masyarakat

Bentuk Organisasi

HIPSI adalah organisasi yang secara langsung dibina berada dalam Induk organisasi RMI NU Pusat (Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU)

Struktur Organisasi

Stuktur Organisasi HIPSI berada di tingkat pusat maupun daerah. HIPSI saat ini lagi membuka peluang untuk para santri /alumni dan keluarganya serta warga muslim pada umumnya untuk menjadi bagian tim pendobrak, pengurus dan pioner di Seluruh Indonesia

Keanggotaan

Ketentuan organisasi menetapkan dua jenis keanggotaan. Status sebagai A nggota B iasa bagi mereka yang berusia 16 – 45 tahun. Sedangkan bagi mereka yang telah melewati usia di atas 45 tahun statusnya menjadi Anggota Luar Biasa, akrabnya sering disebut sebagai para Senior. Keanggotaannya bersifat terbuka bagi santri/alumni dan keluarganya yang memiliki usaha atau punya keinginan kuat untuk berwirausaha.

Carrefour Siap Gandeng Swalayan Pondok Pesantren

Chairul Tanjung Pesantren

Pasuruan -Carrefour di bawah PT Trans Retail Indonesia siap menjalin kerjasama dengan koperasi pondok pesantren (Kopontren) maupun Swalayan Sidogiri. Selain menerima produk hasil dari pondok pesantren yang memenuhi standar, Carrefour juga siap memasok produk ke kopontren maupun swalayan yang dikelola pondok pesantren.

“Kami sedang menyiapkan jaringan distribusi (pusat grosir). Nantinya juga bisa menerima dan memasok semua kebutuhan koperasi pondok pesantren,” ujar Owner CT Corp Chairul Tanjung saat menjadi pembicara di acara Seminar Nasional ‘Peran Pengusaha Muslim Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Umat’ bersama Dr (HC) Chairul Tanjung, founder of CT Corp, di gedung BMT Maslahah, Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, Minggu (10/11/2013).

Sidogiri memiliki produk seperti sarung, minyak goreng, kecap, hingga minuman kemasan. Kata Chairul, produk tersebut bisa masuk ke Carrefour dengan syarat memenuhi standar yang ditetapkan Carrefour.

“Kalau belum bisa masuk ke Carrefour, tingkatkan terus standarnya sampai bisa masuk Carrefour,” tuturnya.

CT Corp juga siap mendorong ekonomi Ponpes Sidogiri terus maju. Namun juga meminta kesuksesan Sidogiri ditularkan ke pondok pesantren lainnya.

KH Mukhlison (Bendahara HIPSI Jatim), Temukan Bisnis Tambang dari Al-Quran

muklison

Ngoro, JOMBANGKITA.COM – Semua menyadari kalau sumber daya alam di negeri ini demikian melimpah. Namun tidak banyak yang memahami dan mengetahui cara dan mekanisme untuk mendapatkan hasil dari kandungan alam tersebut. Kiai muda ini mampu mereguk hasil dari usaha tambang yang digeluti.

Namanya cukup singkat, Kiai Mukhlison. Di daerahnya, Dusun Payak Mundil Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Jombang Jawa Timur ia tidak semata dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Ilahiyah, juga sebagai pengusaha yang disegani.
Usaha yang telah lama digeluti adalah ternak ikan lele. Bahkan usahanya ini mengantarkannya sebagai salah satu percontohan pengembangan budi daya lele tingkat nasional. Sejumlah pelatihan pengembangan ternak lele dari awal hingga panen bahkan pasca panen juga dilakukan di pesantren ini. Tidak terhitung para peserta diklat kewirausahaan lele yang mondok serta belajar di tempatnya.

Kini ada usaha baru yang tengah digeluti kiai penggemar pakaian serba putih ini, yakni bisnis tambang. “Saya baru menggeluti bisnis tambang sekitar empat bulan,” katanya beberapa waktu lalu.

Namun omset yang telah dihasilkan lumayan mencengangkan. “Setiap hari saya baru bisa eksplorasi tambang sebanyak setengah kuintal saja ,” katanya merendah. Padahal harga tembaga dari pengelolaannya untuk setiap kilonya lebih dari seratus ribu rupiah. “Ya silahkan dikalkulasi sendiri,” lanjutnya.

Ketertarikan untuk berkecimpung dan mendalami bisnis tembaga tidak dapat dilepaskan dari kajiannya saat membaca surat al-Hadid ayat 25 serta sejumlah ayat khususnya dalam surat al-Qiyamah. “Dari dua surat ini saya menyadari bahwa kandungan alam di negeri kita sangat luar biasa,” terangnya.

Berangkat dari pesan dalam ayat al-Qur’an tersebut, kini Kiai Mukhlison sudah memantapkan diri berbisnis di sektor pertambangan dan bertekad meningkatkan kuantitas produksi. “Saya akan tingkatkan menjadi dua kuintal perhari,” sergahnya. “Bahkan untuk akhir tahun 2014 saya optimis mampu produksi hingga dua ton setiap hari,” tambahnya.

Bendahara Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jawa Timur ini mengemukakan bahwa apa yang telah dilakukan sebenarnya tidak seberapa bila dibandingkan dengan para pengusaha serupa dari kalangan non pribumi.
“Dari mulai kota Lumajang Jawa Timur hingga Bandung Jawa Barat, tidak terhitung jumlah eksplorasi yang telah mereka lakukan,” ungkapnya. Sekedar membandingkan, untuk pengolahan pasir besi di Lumajang, setidaknya ada lima ratus kontainer yang beroperasi. Demikian juga untuk usaha serupa di Kabupaten Blitar, maupun Pacitan serta kota lain yang memiliki kandungan tambang tinggi.

“Kunci semua itu adalah istiqra’ atau belajar membaca keadaan,” terangnya. Apalagi untuk usaha tambang seperti ini tidak membutuhkan tenaga pemasaran atau sales karena banyak pemasok yang siap menampung.

Namun diluar itu semua, Kiai Mukhlishon berharap kaum muslimin, khususnya warga NU dan kalangan santri untuk menata niat sebelum bertransaksi. “Niati segalanya untuk ibadah dan jangan lupa sedekah,” pungkas pemilik pengajian para preman di daerah pelabuhan Perak Surabaya dan Gresik ini. (Syaifullah)

Sumber : Jombang kita

HIPSI Jawa Barat Telah Terbentuk

IMG00651-20131204-1840

Alhamdulillah, Syukur pada Allah pada hari Rabu 04 Desember 2013, Telah terbentuk HIPSI Jawa Barat, dengan dihadiri lebih dari 10 Kabupaten/Kota Se Jawa Barat.

Terharu, dedikasi rekan-rekan perintis HIPSI Jawa Barat, hanya undangan via Facebook/sms, mereka berkumpul para pejuang pengusaha santri dari berbagai daerah Se-Jawa Barat, ada yang perjlananan 6-7 jam.

Telah disepakati, pembentukan Pengurus HIPSI Jabar sementara, untuk menghantar persiapan Muswil HIPSI Jawa Barat insyallah Februari 2014 di Pesantren Al-Karimiyah, Subang, Jabar.

Ketua Umum : A. Rizal Enggang Simpati 081221980777
Sekretaris Jendral : Dini Mentari 081380407253
Wakil Sekretaris 1 : Rasno M Arief 081380407253
Wakil Sekretaris 2 : Asep Sufian 085220215048
Wakil Sekretaris 3 : Asep Kamaluddin 085861694601
Bendahara : Lilim Halimahtussa’diyah 081809173555
Wakil Bendahar : Abdulllah 085318299679

Carateker Pembentukan HIPSI Daerah Jawa Barat

Kab. Subang : Nenda Karya 081380407253
Kab. Bandung : Lilim Halimah 081809173555
Kab. Bandung Barat : Dini Mentari 081380407253
KOta BAndung ; H Z.A Mustofa 081394330945
Kab Garut : Rizal Enggang 085317012168
Kab. Kab. TAsik : Asep Sufian 085220215048
KOta Tasik : Asep Sufian 085220215048
Kab Pengandaran : Dasep. 081323776333
Kab. Sukabumi : Rasno M Arief 085794114113
Kab. Depok : Gus Iqbal 087878767130

Terima Kasih juga untuk 2 pembina HIPSI Jabar, pak haji Abdan, telah memfasilitasi Kantor HIPSI yang representatif di Cibiru dan kantor di MTC (Metro Trade Center) Bandung dan ketua Pembina HIPSI Jabar owner PT Citra Agro Buana Semesta, Yudi Guntara Noor ( feedlot 12.000-an ekor sapi di Garut)

Semoga HIPSI Jabar bisa segera bergerak, berlali, berjejering ekonomi santri dan berbuat untuk Negeri.

Gambaran Berbisnis Wedding Organizer

wedding HIPSI

Bisnis jasa wedding organizer (wedding planner) atau penyelenggara acara pernikahan merupakan sebuah bisnis baru di abad 21. Jasa penyelenggaran pernikahan ini mulai tumbuh menjadi sebuah lahan industri bisnis di era tahun 1920an di Amerika Serikat. Selanjutnya terus meluas ke kawasan Eropa dan negara-negara lain termasuk di Indonesia. Di zaman dahulu, penyelenggaraan pesta pernikahan di Nusantara dilakukan oleh pihak keluarga dibantu oleh para tetangga sekitar. Persiapan tersebut tentu memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Seiring perkembangan zaman yang membuat masing-masing individu menjadi orang yang super sibuk dengan pekerjaannya, maka bantuan tenaga dari pihak keluarga maupun tetangga dalam menyukseskan sebuah resepsi pernikahan menjadi sangat terbatas, terlebih lagi jika hidup di daerah perkotaan.

Pernikahan merupakan peristiwa sakral yamg menurut pendapat banyak orang mestinya diselenggaarakan dengan sebaik-baiknya dan berkesan seumur hidup. Oleh karena itu, agar dapat membuat acara pernikahan yang meriah dan sesuai dengan keinginan, maka orang-orang mempercayakan kegiatan pesta pernikahannya kepada pihak yang berkompeten, yakni Wedding Organizer. Bagaimana seluk-beluk membangun bisnis wedding organizer? Berikut adalah sekilas informasinya:

Fauzi Saleh, Lulusan SMP yang Jadi Bos Properti

fauzi

Dulu, seorang Fauzi Saleh bukanlah siap-siapa. Seperti orang kebanyakan, Ia hanyalah seorang pegawai biasa yang memiliki gaji pas-pasan. Tapi itu cerita masa lalu, berkat kerja keras dan kepandaiannya dalam memanfaatkan peluang, Roda telah berputar dan kini pria kelahiran Jakarta yang hanya mengantongi ijasah SMP ini menjelma menjadi seorang bos bisnis properti yang dikagumi. Beberapa bukti kesuksesannya, tercatat ia adalah pemilik dari perumahan Pesona Depok serta Pesona Khayangan yang terkenal mewah itu.

Jelas bukan perkara mudah bagi Fauzi untuk meraih kesuksesannya bila hanya mengandalkan ijasah, apalagi ia hanya mengecap pendidikan hingga bangku SMP. Sudah jelas pekerjaan apa yang bisa ia dapatkan dengan status lulusan SMP tersebut yang mana ia menyelesaikannya ditahun 1966, yaitu menjadi tukang cuci mobil di sebuah bengkel dengan upah 700 rupiah per minggunya. Setelah beberapa waktu, ia bekerja sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan di Jakarta.

Ikuti Seminar Mempersiapkan diri Menuju Indonesia 2030


Don't Miss It !
 Untuk rekan-rekan Santri di Jogja dan sekitarnya,
 Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI DIY) bersama Dema UIN Sunan Kalijaga Jogja, 
 Akan mengadak Seminar Bisnis "Mempersiapkan diri Menuju Indonesia 2030"
 Bersama : Bpk Ishadi (Komisaris Utama TransTV dan Trans T7) dan Ir Aunur Rofik (Pembina HIPSI, Pengusaha Tambang & Sawit)
 Jumat, 20 Desember 2013, Pkl 13.00
 di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
 
 100 % GRATIS!
 Cara Daftar, ketik : daftar_SEHIPSI_NAMA_ASAL kirim ke 089656072350
 Atau Call Center HIPSI DIY Mas Muiz (081225086162)
 
 #Tersedia 50 DoorPrize Buku-Buku Entrepreneur.

Gandeng Mahasiswa, HIPSI DIY Adakan Seminar Entrepreneur

Mahasiswa UIN SUKA

 

Yogyakarta, NU Online
Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengadakan Seminar Entrepreneur dengan tajuk “Mempersiapkan Diri Menuju Indonesia 2030”.

Seminar berlangsung di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jum’at (20/12) siang.

Mewakili HIPSI DIY, Habib A. Syakur yang juga Ketua RMI Yogyakarta menjelaskan posisi HIPSI yang berada di bawah Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI). Menurutnya, seminar itu sesuai dengan visi HIPSI, yakni membentuk generasi yang menciptakan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan.

Ishadi SK yang menjadi narasumber mengatakan, seminar entrepreneur itu bertujuan mempersiapkan generasi Indonesia menuju tahun 2030. Karena, di tahun 2030 nanti Indonesia harus menduduki peringkat 5 dalam daftar negara yang memiliki tingkat ekonomi terbesar di dunia setelah China, India, Amerika Serikat (US), dan Eropa.

“Namun pertanyaan yang muncul kemudian, apa bisa?” lanjut Ishadi yang juga Komisaris Trans Media.

Ishadi optimis. Indonesia, tambahnya, bisa mencapai target karena Indonesia memiliki empat modal. Pertama, Indonesia merupakan lokasi strategis geopolitik dan ekonomi di mana Indonesia merupakan jalur strategis yang dilewati hampir separuh perdagangan besar di dunia yang berlayar dari Selat Malaka.

Kedua, lanjut Ishadi, sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Ketiga, keragaman budaya di Indonesia. Keempat, sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan tidak kalah kualitas dengan SDM lain negara.

Namun Ishadi menyayangkan selama ini potensi-potensi itu belum diolah dengan baik terutama SDA dan SDM. Ia yakin, di balik kekayaan alam Indonesia Tuhan menciptakan SDM yang berkualitas.

Di akhir acara, para peserta aktif seminar dibagikan buku secara gratis oleh pemateri. (Dwi Khoirotun Nisa/Alhafiz K)

Tambah Penghasilan Buruh Tani, Juhairiyah Bentuk Kelompok Usaha

tani

Probolinggo, NU Online
Untuk menambahkan penghasilan minim tetangganya yang mayoritas berprofesi buruh tani dan tambak, Juhairiyah, putri pendiri pesantren Walisongo KH Nabrawi Mursi membuat kelompok usaha. Kelompok usaha yang terdiri dari tetangga dan kalangan ibu majelis taklim bergerak memproduksi kerupuk ikan.

Karena itu Juhairiyah kemudian membuat kelompok usaha bersama Nayla Barokah. Anggotanya ibu-ibu warga sekitar dan santri pesantren. Kelompok ini memproduksi krupuk ikan jenggalak dan krupuk wortel. Dalam proses pembuatan krupuk, mereka mampu menghabiskan ikan jenggalak sebanyak 25 kg per hari.

Warga Dusun Bukkolan Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur  kebanyakan berprofesi sebagai buruh. Baik buruh tani maupun buruh tambak. Selain itu, ada juga yang berprofesi sebagai petani, nelayan, pedagang, dan pegawai.