Category Archives: Wirausaha Muda Mandiri

Yuuk ikutan kompetisi Mandiri Bersama Mandiri 2012

1. Apa program Mandiri Bersama Mandiri Challenge?
  • Mandiri Bersama Mandiri Challenge adalah kompetisi yang digelar Bank Mandiri dalam rangka mendorong tumbuh kembangnya social entrepreneurship di Indonesia.
2. Hal-hal apa saja yang menjadi tujuan diadakannya acara Mandiri Bersama Mandiri Challenge?
  • Membantu merealisasikan ide kewirausahaan sosial di kalangan anak muda untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar atau membantu mempercepat proses kemandirian sosial dalam suatu kawasan sehingga berdaya guna bagi masyarakat sekitar;
  • Memberikan penghargaan pada individu/komunitas yang telah berjasa mengembangkan kewirausahaan sosial;
  • Membantu social enterprise yang telah ada untuk meningkatkan kapasitasnya secara profesional melalui pelatihan dan pembinaan;
  • Mengumpulkan database social enterprise yang berpotensi menjadi mitra dalam program “Mandiri bersama Mandiri”.
3. Apa saja kategori dalam kompetisi MBM Challenge ?
  • Kelompok Start Up (Early Stage)
  • Kelompok ini terbuka untuk setiap tim yang memiliki ide/rencana kewirausahaan sosial dalam bentuk bisnis plan yang dapat bergulir dalam waktu selambat-lambatnya setahun setelah lomba ini, ataupun social enterprise yang sudah berjalan maksimal setahun yang memiliki rencana pengembangan bisnis sosial di suatu kawasan.
  • Kelompok Semi Established
  • Peserta sudah menjalankan bisnis sosial yang telah bergulir dalam waktu sekurang-kurangnya 2 tahun. Adapun rencana pengembangan bisnis yang dilombakan harus sudah dapat diimplementasikan selambat-lambatnya setahun sejak lomba ini.
4. Apa saja jenis bidang usaha / kategori yang dilombakan untuk setiap kategori tersebut?
  • Pertanian
  • Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan yang menciptakan kemandirian dengan mempertimbangkan potensi lokal yang tersedia secara holistik (skill, modal, dan pasar);
  • Kelautan
  • Pemberdayaan masyarakat di bidang kelautan yang menciptakan kemandirian dengan mempertimbangkan potensi lokal yang tersedia secara holistik (skill, modal, dan pasar);
  • Industri Kreatif
  • Pemberdayaan masyarakat di bidang industri kreatif yang menciptakan kemandirian dengan mempertimbangkan potensi lokal yang tersedia secara holistik (skill, modal, dan pasar);
  • Pariwisata
  • Pemberdayaan masyarakat untuk menunjang pariwisata maupun jasa pengembangan pariwisata yang berbasis komunitas (community based tourism) yang menciptakan kemandirian dengan mempertimbangkan potensi lokal yang tersedia secara holistik (skill, modal, dan pasar);

Pemenang Anugrah Wirasantri Mandiri 2012

Pemenang Wirasantri Mandiri 2012

Kategori pertanian, Perikanan, Peternakan ;
Juara 1 ; Budidaya Bayam Merah Vertikultur (PP Al-Yasini Pasuruan, HIPSI)
Juara 2 ; Bisnis Mina Padi (Nurul Ummah)
Juara 3 ; Budidaya Pepaya California (Banyuwangi, Min Hajjut Tullab)
Harapan 1 ;Bbudidaya bunga melati yg menjanjikan(PP Al-Yasini Pasuruan, HIPSI)
Harapan 2 ; Budidaya Rumput laut (Al-Yasini Pasuruan/Hipsi)
Harapan 3 ; Budidaya Lidah Buaya (Al-Yasini Pasuruan/HIPSI)
KAtegori Perdagangan ;
Juara 1 ; Doktor Pepes (Nurul Umah)
Juara 2 ; Nabil Deleviry Service (Darul Ulum Jombang)
Juara 3 ; Gula Jawa (PP Nurul Ummah)
Harapan 1 ;Rumah Makan sayur Mayur (Al-Yasini Pasuruan/HIPSI)
Harapan 2 ; Design Grafis Percetakan (AL-MUNAWWIR PUTRI, Krapyak)
Harapan 3 ; Koperasi Akhirat (AL-MUSYAFFA, Kendal)
Kategori Industri Kreatif ;
Juara 1 ; Usaha Industri Kreatif, Raudotul Ulum
Juara 2 ; Pengolahan tepung dari Mangga (Al-Yasini Pasuruan/HIPSI)
Juara 3 ; Bioetanol Bahan Bakar murah(Roudotul ulum, Pati)
Harapan 1 ; Menjadi pengusaha asesoris batik sukses (Al-Yasini Pasuruan/HIPSI)
Harapan 2 ; Asesris Berbahan dasar Fanel (Raudhotul Ulum, Pati)
Harapan 3 ; Usaha Industri Kreatif, Raudotul Ulum (Raudhotu Ulum, Pati)
Kategori Olahan Pangan ;
Juara 1 ; Es sate Rasa Sedunia (PP API Tegal Rejo/Partner/Hipsi)
Juara 2. : Es Krim Rasa Jamur (Al-Yasini, Pasuruan/HIPSI)
Juara 3 ; Rumah Jamur (AlYasini, Pasuruan/HIPSI)
Harapan 1 Telur asin (Darusalam, Banyumas)
Harapan 2 ; Usaha Jahe (darusalam, Banyumas)
Harapan 3 ; Sarisinom alami (Al-Yasini Pasuruan, HIPSI)

Mohon Bantu Nge-LIKE ya kawan :)

Hot News! : Para Finalis Sayembara Wirasantri Mandiri 2012

Selamat Atas Terpilihnya 24 tim dari sekian banyak peserta

Panitia memberikan biaya Transportasi,Konsumsi & Akomodasi Penginapan selama acara berlangsung,pada nama-nama yang tertulis dalam proposal.

LOMBA ANUGERAH WIRASANTRI MANDIRI
( KATEGORI JASA & PERDAGANGAN )
Asrama Haji Donohudan Surakarta,13-16 Juli 2012
NO NAMA PESERTA JUDUL PROPOSAL PONDOK PESANTREN
1 UMMI NABILA AZARIA “NABILA” Delivery Service:Mudah dan DARUL ‘ULUM
Menjangkau Kampus Pondok Pesantren Darul Ulum
Peterongan,Jombang-Jawa Timur
2 HADI NUR ROHMAN Warung Makan Spesial NURUL UMMAH
Masakan Pepes Jl.Raden Ronggo KG II/982
Kotagede-Yogyakarta
3 IRAWAN FUADI Distributor Gula Jawa NURUL UMMAH
Jl.Raden Ronggo KG II/982
Kotagede-Yogyakarta
4 ERVA YULY RAKHMAWANTI Design Grafis dan Percetakan AL-MUNAWWIR PUTRI
Krapyak-Yogyakarta
5 MAS’UD Rumah Makan Sayur Mayur MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
M.AFANDI Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
AL-MUSYAFFA
6 KHOIRUR ROZIQIN “Koperasi Akhirat” Jl.Kampir-Sudipayung Ngampel
Kendal-Jawa Tengah
NAMA PESERTA NOMINATOR
LOMBA ANUGERAH WIRASANTRI MANDIRI
( KATEGORI PENGOLAHAN PANGAN )
Asrama Haji Donohudan Surakarta,13-16 Juli 2012
NO NAMA PESERTA JUDUL PROPOSAL PONDOK PESANTREN
1 NASRUDIN “SATE BUAH” Sedunia PESANTREN ENTREPRENEUR
Dsn.Kaliputih Lor Ds.Girirejo
Kec.Tempuran Kab.Magelang
2 ITROH ARIYASAH Usaha Telur Asin Aneka Rasa DARUSSALAM DUKUHWALUH
Jl.Sunan Bonang No.57 Ds.Dukuhwaluh
Kec.Kembaran-Banyumas
3 ENDAH NUR H DARUSSALAM DUKUHWALUH
EMA YAKTI AFIFAH Usaha Pengolahan Jahe Jl.Sunan Bonang No.57 Ds.Dukuhwaluh
FATIA PUTRI HASNA Kec.Kembaran-Banyumas
4 LULUK MAKHNUNIYAH MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
RIZKY ALIYAH ARROHMA Rumah Jamur Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
SITI JULAIHA
5 M.ZAINAL ABIDIN Membuka Usaha Es Krim Tempe MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
MAKHFUD ARIFIN Rasa “UniQ” Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
6 FATIMATUZ  ZUHRIYAH MAULIDEVI
KHURIN INSYAFI’ATI “SARI SINOM ALAMI” MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
NURUL QOMARIYAH Kaya Khasiat Tanpa Zat Kimia Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim

 

NAMA PESERTA NOMINATOR
LOMBA ANUGERAH WIRASANTRI MANDIRI
( KATEGORI PERTANIAN,PERIKANAN,PETERNAKAN )
Asrama Haji Donohudan Surakarta,13-16 Juli 2012
NO NAMA PESERTA JUDUL PROPOSAL PONDOK PESANTREN
1 MOCH.PURNOMO MINHAJUT THULLAB
DWI CAHYONO Budidaya Pepaya California Jl.RSU.Bhakti Husada Krikilan,
TAUFIK SHIDQI Glenmore,Banyuwangi-Jatim
Terobosan Bisnis Pertanian-Perikanan NURUL UMMAH
2 AGIFIAN HANIF FIRDAUS (Sistem Minapadi Berbasis Ikan Koi dan Jl.Raden Ronggo KG II/982
Padi Organik) Kotagede-Yogyakarta
3 ARIEF Budidaya Rumput Laut MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
SOHIB Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
4 AISYATUL WIDAD Budidaya Bayam Merah Secara MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
FETI APRILIYAPUTRI Vertikultur Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
LELY AFZADIA AL-FARIEZA
5 LULUK INDAH LESTARI Usaha Sukses Budidaya Lidah Buaya MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
SITI HINDUN Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
6 EVIANA SAFITRY MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
ASYITA AL-MUFIDAH Budidaya Bunga Melati Yang Menjanjikan Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
JUMAINAH

.

NAMA PESERTA NOMINATOR
LOMBA ANUGERAH WIRASANTRI MANDIRI
( KATEGORI INDUSTRI KREATIF )
Asrama Haji Donohudan Surakarta,13-16 Juli 2012
NO NAMA PESERTA JUDUL PROPOSAL PONDOK PESANTREN
1 NING MUJIATI Menjadi Pengusaha Asesoris MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
SEPTI INDRIANI NINGSIH Batik Yang Sukses Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
2 ERIN SETYOWATI
IMAS AMALIA HARTINA Pengolahan Tepung Dari MIFTAHUL ULUM AL-YASINI
SILFIANATUS SOLICHA AZIZAH Biji Mangga Arumanis Areng-Areng/Ngabar Pasuruan-Jatim
3 DEWI FATIMATUZ ZAHRO Accecoris Berbahan Dasar RAUDLATUL ULUM
IZZAH KHOIRI Kain Flanel Guyangan-Trangkil-Pati-Jateng
NUZUL NUGRAHENI
4 FITA NURUL ISTIQLALIYAH Usaha Industri Kreatif RAUDLATUL ULUM
FITRIANA RIFA’ATIN Guyangan-Trangkil-Pati-Jateng
NUR LAILATUN NI’MAH
5 DEWI SETIAWATI Usaha Industri Kreatif,Phigura Foto, RAUDLATUL ULUM
UMMI AZIZAH Kotak Pensil,Tempa Pensil,Tutup Saji Guyangan-Trangkil-Pati-Jateng
ZULFA IMROATUS SHOLIHAH Taplak Meja,Tas,Bunga,Tempat Aksesoris
Bros Dari Limbah Plastik,Kerang Dan Kardus
6 IMAM SIBAWEH RAUDLATUL ULUM
IRWAN SETIAWAN Bioetanol Bahan Bakar Alternatif Murah dan Guyangan-Trangkil-Pati-Jateng
LUKMAN ARIFIN Ramah Lingkungan

Anafiah Rahmawati, Meraup Untung dari Gurihnya Bisnis Kerupuk Hasil Laut

Inovasi dan kreativitas menjadi salah satu kunci sukses dalam berbisnis. Hal ini telah dibuktikan oleh Anafiah Rahmawati, dimana berbekal inovasi dan kreativitas, hasil laut bisa diolah menjadi komoditas andalan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir Pantai Kenjeran, Jawa Timur.
Kerupuk adalah lauk, itu dulu namun sekarang dengan sedikit inovasi dan kreativitas jenis kerupuk masa kini makin variatif dan fungsinya meluas sebagai camilan yang disukai tua-muda.
Tengok saja pada penyelenggaraan pameran Pasar Indonesia Goes to Mall yang diselenggarakan Bank Mandiri di Mal Margocity, Depok, belum lama ini. Stand “Krupuk Risma” termasuk yang paling ramai dikunjungi. Pengunjung umumnya penasaran dengan aneka camilan kriuk yang jarang ditemui di Depok atau Jakarta.
“Kami datang dari Kenjeran, Surabaya,” ujar Anafiah Rahmawati, sang pemilik stan, ditemui SINDO di sela-sela kesibukannya meladeni pembeli.
Pesisir Pantai Kenjeran yang terletak di utara Surabaya  memang sejak lama dikenal sebagai sentra produksi kerupuk olahan hasil laut. Salah satu desa pesisir Pantai Kenjeran yang layak dijuluki kampung kerupuk adalah Kelurahan Sukolilo, tempat tinggal Anafiah.
 “Dulunya yang memulai (pembuatan kerupuk) adalah para nelayan pesisir Kenjeran ini. Kalau kebetulan tangkapan ikan sedang sepi, mereka menganggur. Jadi mereka coba-coba membuat kerupuk supaya penghasilannya lebih baik,” tuturnya.
Anafiah mewarisi usaha produksi dan berjualan kerupuk dari ayahandanya. Saat sang ayah merintis usaha pada 1995, produksi kerupuk olahan hasil laut jenisnya masih terbatas pada kerupuk ikan, teripang, dan terung laut. Umumnya bahan baku kerupuk didapat dari hasil melaut nelayan setempat atau nelayan di Pulau Madura.
Seiring berjalannya waktu, Anafiah dan produsen kerupuk lainnya makin rajin berinovasi dengan mencoba menciptakan jenis kerupuk dan keripik baru. Setiap item hasil laut dioptimalkan pemanfaatannya. Misalnya dari jenis ikan, bisa tercipta kerupuk kulit ikan kakap, kulit ikan pari, hingga kerupuk lambung ikan. Dengan racikan bumbu tertentu, ikan asin juga disulap menjadi rempeyek renyah yang banyak disukai.“Kuncinya berani mencoba. Kalau gagal tidak apa-apa, dicoba lagi terus, lama-lama makin maju,” ucapnya.
Aneka kerang seperti kupang (sejenis kerang kecil) dan kerang bambu atau di Madura terkenal dengan sebutan lorjuk, setelah diolah ternyata juga bisa menjadi santapan lezat. Lorjuk yang telah digoreng hingga kecoklatan misalnya, rasanya gurih agak manis walaupun tanpa tambahan gula. Lantaran susah dicari, lorjuk yang biasa hidup di pasir pantai atau tersembunyi di antara karang, umumnya berharga lebih mahal dibanding kupang. “Tapi sejauh ini yang paling mahal itu kerupuk ekor kerang, harganya Rp50.000 per ons,” sebut Anafiah.

Jefri Van Novis, Berawal dari Sub Agen, Kini Miliki 53 Mitra Usaha

Kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat akan tiket perjalanan telah mengantarkan Jefri Van Novis sukses sebagai wirausahawan. Melalui usaha Bonita Tour and Travel yang didirikan pada 2006, pria kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 16 November 1981 itu kini telah memiliki 53 mitra usaha yang tersebar di berbagai kota. Padahal semula dia hanya memiliki lokasi usaha kecil dengan dibantu oleh seorang karyawan magang.

Usaha jasa tour and travel ini pada awalnya hanya sekadar sampingan bagi Jefri. Jauh sebelumnya ia menggeluti usaha berjualan pakaian dalam wanita bersama kakaknya dengan membuka toko Bonita di Pasar Aur Kuning, Bukit Tinggi.

Usaha tour and travel itu pun sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya. “Berawal dari permintaan tolong kakak saya untuk membeli tiket di kota Bukit Tinggi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pasar Aur Kuning. Nah, dari situ terbersit keinginan untuk membuka usaha tour dan travel ini. Apalagi di Pasar Aur Kuning belum ada satupun agen yang menjual tiket” tuturnya.

Dengan percaya diri Jefri memulai usaha itu. Selain karena belum ada pesaing, dia juga telah memiliki pengalaman sebagai pedagang, sehingga tidak takut gagal. “Jika kita sudah mengalami kegagalan hingga dua kali, jangan pernah menjadikannya sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Kesuksesan itu biasanya muncul dari kegagalan,” ujarnya.

Bermodalkan Rp10 juta hasil tabungan semasa kuliah, dia menjalin kerja sama dengan Kristal Tour and Travel sebagai sub-agen di Pasar Aur Kuning. Toko Bonita digunakan sebagai lokasi usaha. Pada awal merintis usaha tersebut, Jefri hanya mempekerjakan satu karyawan yang merupakan karyawan magang Kristal Tour and Travel.

Satu bulan berjalan, usaha penjualan tiket yang dijalankannya laris manis. Permintaan dari konsumen pun mengalir deras. Atas dasar itu, Jefri mulai menggarap serius usahanya. Setahun berjalan, dia memutuskan pindah ke Jalan By Pass Pasar Aur Kuning No 4 Bukit Tinggi Sumatera Barat.

“Saya menjual tiket ke teman-teman. Beberapa hari kemudian mereka pesan lagi. Tidak disangka ternyata animo masyarakat untuk membeli tiket sangat tinggi. Saya sempat kewalahan melayani permintaan. Ternyata jaringan sangat ampuh dalam menunjang bisnis ini,” paparnya.

Moch Syamsul Azis, Dulu Berpindah-pindah Kerja Kini Juragan Tenun

Komitmen menjaga kualitas menjadi kunci utama Moch Syamsul Azis dalam usahanya mengembangkan bisnis kerajinan tenun khas Lombok. Tak kenal lelah ia mempromosikan tenun Lombok ke berbagai daerah di Indonesia.
Semangat berwirausaha telah menulari Moch Syamsul Azis sejak usia 16 tahun. Saat itu, sekitar tahun 2005, pria yang berdomisili di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, ini masih duduk di bangku SMK jurusan automotif. Kesempatan datang pada saat sekolahnya mengadakan program studi banding ke Yogyakarta. “Waktu itu saya dikirim langsung oleh sekolah untuk mengikuti pelatihan seminggu di Yogyakarta. Di sana (Yogyakarta) saya banyak belajar, antara lain tentang wirausaha,” ujar Syamsul Azis saat mengikuti Pasar Indonesia Goes to Mall yang diselenggarakan Bank Mandiri di Mal Kelapa Gading, Jakarta, akhir pekan lalu.
Informasi dan pengetahuan yang didapat Syamsul Azis selama pelatihan melambungkan tekadnya untuk berwirausaha. Sebelum lulus SMK, ia sempat membuka usaha wartel dan counter handphone. Namun, tak lama kemudian ia menutup usahanya dan melanjutkan kuliah di Jurusan Bahasa Inggris Universitas Mataram. Sembari kuliah, Syamsul Azis mencoba berbagai pekerjaaan.  “Saya sempat berpindah-pindah kerja, antara lain menjadi resepsionis di sebuah vila dan bekerja di perusahaan travel,” ungkapnya.
Di sela-sela kesibukannya melaksanakan kuliah dan bekerja, Syamsul Azis menyempatkan diri untuk berjualan tenun ikat dan tenun songket khas Lombok. Ketika berpameran di Jakarta dan melihat prospek cerah bisnis tenun, semangatnya untuk berwirausaha kembali membuncah. Akhirnya Syamsul Azis meninggalkan bangku kuliah agar bisa kembali merintis wirausaha. “Dibanding bekerja pada orang lain, berwirausaha lebih enak. Kerjanya sedikit, tapi dapatnya lebih banyak,” katanya.
Sebagai anak pedagang tenun, sejak kecil Syamsul Azis sudah sangat familiar dengan usaha jual-beli tenun. Desa Sukarara, tempat tinggal Syamsul Azis, memang sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra tenun di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menurut Syamsul, sekitar 70% penduduk Sukarara adalah wanita dimana 98% dari para wanita itu bermata pencaharian sebagai penenun. Kain hasil tenunan para perajin, baik berupa tenun songket maupun tenun ikat, bisa dijual sendiri oleh yang bersangkutan atau dititipkan di koperasi.

Bank Mandiri Pupuk Semangat Kewirausahaan 500 Santri Ponpes di Magelang

Mandiri NU

MAGELANG (Pesantrenmandiri.com)-Bank Mandiri menggelar workshop kewirausahaan bagi santri-santri Pondok Pesantren di wilayah Magelang dan sekitarnya guna memupuk semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren. Workshop dilaksanakan di Pondok Pesantren (ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang serta melibatkan sekitar 500 santri ponpes API Tegalrejo dan ponpes lain di sekitarnya. Pembukaan workshop dilakukan oleh Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman serta disaksikan Bupati Magelang Singgih Sanyoto, Miftah Faqih (Sekjen Rabithah Ma’ahd Islamiyah), KHM Yusuf Chudori atau Gus Yusuf. pada Rabu (20/6).Selain workshop, Bank Mandiri juga menyalurkan anggaran bina lingkungan senilai Rp200 juta untuk membiayai pembangunan Asrama Entrepreneur di lingkungan Pondok Pesantren API Tegalrejo.
“Pesantren telah lama mengakar di masyarakat. Ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan ketrampilan santri pondok pesantren di sekitar wilayah ini untuk menumbuhkan sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial,” kata Abdul Rachman.

Workshop digelar diantaranya untuk memupuk semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren. Dalam workshop ini para santri memperoleh materi mengenai peluang wirausaha dan tip-tips berwirausaha dari pengusaha nasional dan finalis program Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Mereka adalah pengusaha nasional Aunur Rofiq, penulis buku “Negeri 5 Menara” Ahmad Fuadi, pemenang pertama WMM 2010 Ahmad Abdul Hadi dan Finalis WMM 2009 Firmansyah Budi.

Kepada wartawan, Gus Yusuf mengatakan workshop ini merupakan kerjasama Rabithatul Ma’ahid Islamiyah (RMI) pusat bersama Bank Mandiri. Selama ini, lanjutnya, para santri sudah disiapkan menjadi wirausahawan melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan.