Category Archives: Program Pesantren Mandiri

HIPSI CULINARY ACADEMY Menjamin 100 % lulusanya Bekerja/Berwirausaha

Dalam rangka menindaklanjuti pertemuan Ketum HIPSI dan Mas Hendy Setiono (Owner Babarafi), HIPSI Kuliner Academi melakukan Study Banding di Magistra Utama(MU) dan Babarafi Academy.
Alhamdulillah dari Babarafi Academy dan MU siap mensupport dan bekerjasama, mensupervisi HIPSI Kuliner Academy.
Mereka siap membantu di system pelatihan, modul, profesional trainer, SOP dan alat2 + tempat Magang di 110 Outlet MU-Kebab Turki @Jatim.
HIPSI Kuliner Academy adalah program 3 bulan pendidikan Kuliner yang dijamin 100% lulusanya Bekerja/Berwirausaha.
Bagi yang mau berwirausaha, telah disiapkan 500 Grobak usaha bergulir untuk alumni santri, hasil kerjasama HIPSI dengan So Nice/So Good Food untuk kemandirian santri.
Bagi yang mau Bekerja, Babarafi Group (Kebab Turki, Ayam Bakar Mas Mono, Amazy, dll) siap menampung sampai 100 alumni TIAP BUlan untuk bekerja di 1.000 outlet Kebab Turki dan 30 lebih Outlet Ayam Bakar Mas Mono.

Insyallah angkatan I akhir bln ini sudah bisa Running.
Kampusnya : Ruko Tapaan, Kota Pasuruan.
Info Muklis 081553036272

WMM GOES TO PESANTREN Membangun Jiwa Wirausaha Santri

Inside foto : Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BS  membuka acara wirausaha Go To Pesantren di Pondok Pesantren Bagu Loteng NTB, Jumat (30/11). Wirausaha Go to Pesantren.
Kisah sukses seorang wirausaha seringkali mengilhami banyak orang untuk terjun ke dunia yang sama. Namun saat ingin memulainya, kebanyakan mereka menjadi ragu dan berpikir dua kali lantaran khawatir akan risiko yang akan dihadapinya. Hasilnya, niat mereka untuk berwirausaha pun pada akhirnya tak pernah terwujud.
Kondisi inilah yang dialami Asmuni (24), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pria yang sejak kecil dididik dilingkungan pesantren ini tak berani untuk mulai berwirausaha karena memikirkan berbagai risiko yang dihadapinya. “Saya ingin mulai berwirausaha, tapi selalu dibayang-bayangi rasa takut. Ya, takut kehabisan modal, takut tidak bisa memasarkan, takut gagal dan rasa takut lainnya.” akunya kepada harian SINDO.
Hal serupa pun dialami Nuraini (19), dari Pondok Pesantren (Ponpes) Hadil Islah Bilebante, Lombok Tengah. “Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk memulai berwirausaha. Ada keinginan, tapi rasanya berat untuk melangkah. Setiap kali saya ingin memulai berwirausaha selalu menghadapi banyak masalah. Inilah yang membuat saya ragu, kalau dari awal saja banyak masalah, bagaimana selanjutnya,” ujarnya.
Ketika memulai sebuah usaha umumnya seseorang selalu dihinggapi kekhawatiran akan kegagalan usahanya. Pikiran bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar dibanding keinginannya untuk menjadi pengusaha ynag berhasil. Hal ini diakui pula oleh pengusaha nasional Aunur Rofiq.
“Agar seseorang berani terjun ke dunia wirausaha tentunya dibutuhkan dorongan yang kuat. Sebenarnya yang paling membuat orang tidak berdaya adalah mental. Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan seseorang perlu dibangun secara kuat agar berani melangkah,” ujar Aunur Rofiq saat workshop sehari Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Goes to Pesantren di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah, pada Jumat (30/11).
Kegiatan yang bertajuk “Inovasi untuk Indonesia Mandiri – Meningkatkan Kewirausahaan melalui Pesantren” ini berlangsung selama satu hari dengan menampilkan empat pembicara, yakni pengusaha nasional Aunur Rofiq, Sutradara Ipang Wahid, Pemenang WMM tahun 2007 Saptuari Sugiharto dan finalis WMM tahun 2011 Abdul Azis.
Dalam acara tersebut, seluruh narasumber sepakat bahwa jika kesuksesan bukanlah hanya sekedar keberuntungan, namun dihasilkan dari kesungguhan bekerja dan tetap istiqomah di jalan Allah SWT. “Jangan pernah takut. Karena siapa pun yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Selain itu dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, kita juga harus membiasakan diri untuk bermimpi, memiliki keyakinan luar biasa serta ketekunan berusaha,” kata Ipang Wahid.
Begitu pula yang diungkapkan Saptuari Sugiharto. “Syarat untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil itu harus berani menanggung risiko, ekstra kesabaran memelihara dan menjaga usahanya dengan baik sebelum melihatnya tumbuh sukses. Agar berhasil kuncinya adalah memupuk kebiasaan berpikir positif, mengingat ini merupakan hal penting dalam menumbuhkan jiwa wirausaha,” ucap pria bertubuh subur ini.
Kucurkan Dana Bina Lingkungan
Dalam workshop yang dihadiri Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Pahala N. Mansury; Deputi Menteri bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Prakoso BS; Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi NTB, H. Muhammad Nur dan Pemimpin Ponpes Qamarul Huda Bagu, TGH LM Turmuzi tersebut, para santri memperoleh materi mengenai peluang wirausaha yang sesuai dengan potensi yang ada di lingkungan di sekitar pesantren.
Dihadiri oleh sekitar 510 santri Ponpes Qamarul Huda Bagu dan ponpes lain di sekitarnya, sebagian besar dari para santri tersebut mengaku tergugah setelah mendengar berbagai pemaparan yang disampaikan oleh para pembicara tentang pengalaman dan tips mereka dalam berwirausaha.
Selain menggelar workshop, Bank Mandiri juga memberikan dana Bina Lingkungan sebesar Rp775 juta kepada pondok pesantren di wilayah Lombok. Adapun dana tersebut diberikan kepada 25 Ponpes, dimana masing-masing pesantren mendapat bantuan senilai Rp25 juta untuk keperluan pengadaan komputer. Sedangkan Ponpes Qamarul Huda Bagu yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan WMM Goes to Pesantren mendapat bantuan senilai Rp100 juta untuk keperluan pembangunan kelas.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Pahala N. Mansury mengatakan, selain menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren seharusnya juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. “Melalui workshop kewirausahaan ini, diharapkan santri-santri Pondok Pesantren dapat meningkatkan keterampilannya serta dapat menumbuhkan sense of business mereka sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda yang potensial,” kata Pahala.
Pimpinan Ponpes Qamarul Huda Bagu, TGH LM Turmuzi mengaku senang dengan adanya pelatihan kewirausahaan dan bantuan dana dari Bank Mandiri untuk para santri pondok pesantren di wilayah Lombok. “Ini baru pertama kalinya diadakan pelatihan kewirausahaan bagi santri di Lombok. Saya mengucapkan terimakasih kepada Bank Mandiri atas kepeduliannya mengembangkan pondok pesantren beserta santri di Lombok,” ujarnya.
TGH LM Turmuzi pun berharap, kepedulian yang ditunjukan Bank Mandiri tersebut dapat memacu semangat para santri untuk menjadi wirausahawan-wirausahawan muda yang berakhlak dan bermoral tinggi. “Semoga kelak muncul santri yang menjadi pengusaha yang berjiwa santri dari Lombok,” imbuhnya.
Workshop sehari yang digelar di Qamarul Huda Bagu ini merupakan bagian dari rangkaian program WMM Goes To Pesantren yang dilaksanakan Bank Mandiri bekerja sama dangan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama atau asosiasi pesantren NU di beberapa pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Tanah Air.
Sebelumnya, program WMM Goes to Pesantren ini telah dilakukan di beberapa pesantren wilayah Indonesia lainnya, antara lain di Pasuruan, Magelang, Palembang, Martapura, dan Tasikmalaya. Pada kegiatan workshop sebelumnya di Tasikmalaya, Bank Mandiri menghadirkan entertainment Anang Hermansyah, pengusaha Aunur Rofiq serta pemenang WMM tahun 2011 yaitu M. Bijaksana Junerosano  dan Indari Mastuti untuk berbagi pengalaman serta kiat-kiat berwirausaha. Sebanyak 500 santri dari 152 pesantren di Tasikmalaya mendapatkan pelatihan wirausaha yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sumber : Harian Seputar Indonesia

NU Business Forum 2012 & Workshop Entrepreneurship

Pembicara Utama :- Mas Anang Hermansyah (Artis, Entrepreneur Jkt)

- Bapak Aunur Rofiq (Pengusaha Tambang & Sawit JKt)

- Fauzan T Hananto (Pengusaha Planet Design, Sby)

Waktu    : Selasa, 13 November 2012, Pkl 08.00- Selesai
Tempat  : Aula lt 3 Gedung PWNU Jatim @ Jln  Masjid Agung Timur No 9 Surabaya.

Sekaligus acara Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia Wil Jawa Timur

Dimohon Kehadiran Semuanya,
Yuk kita Ber-Network Bisnis antar Pengusaha NU Jatim

Acara ini terbuka untuk Umum dan GRATIS !
Info Hub  Yasin 081933304866 /Iskil 081331178000

Bagi Temen-temen yang Punya Produk Bagus, disiapkan Meja Display produk Santri, Yang Punya Usaha bisa bawa brosur dan kartu nama, disiapkan sesi NU Business Link

UNDANGAN UNTUK UMUM, GRATIS !!!!

Mohon Bantu Ngelike ya, Terima kasih

Kunjungan 12 Perwakilan Santri Jatim @Perth, Australia untuk Short Course AgriBusiness

Inside : Nasihin, Santri HIPSI pasuruan dari PP Al_Yasini lagi belajar budidaya Gandum.

Foto 1 : Nasihin, Santri HIPSI pasuruan dari PP Al_Yasini lagi belajar budidaya Gandum.

Foto 2 : Peternakan Domba untuk diambil Woll nya

Foto 3 : Ramah Tamah Bersama KJRI Australia

Foto 4 : Belajar packaging produk-produk hasil pertanian untuk menciptakan nilai tambah

Foto 5 : Alat penyemprot tanaman, Wah besar sekali :)

Wirausaha Muda Mandiri Goes to Pesantren, Membangun Ekonomi Kreatif di Pesantren

Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren seharusnya juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Apalagi mayoritas pesantren berada di pedesaan, sehingga secara tidak langsung memiliki peran strategis sebagai motor pembangunan di kawasan tersebut.
Dengan dilandasi nilai-nilai keislaman serta suri tauladan yang didapat selama menjadi santri di pondok pesantren, seyogianya hal tersebut dapat menjadi modal bagi para santri untuk berwirausaha,. Namun demikian, dari ribuan pesantren di Indonesia yang saat ini ada, hanya sedikit saja yang berhasil melahirkan santri-santri dengan bekal agama yang cukup serta siap memiliki kemampuan untuk membangun ekonomi bangsa melalui aspek kewirausahaan.
Diakui atau tidak, pemberdayaan pesantren dalam bidang ekonomi saat ini masih tergolong minim. Fokus utama pesantren memang terletak di bidang pendidikan, akan tetapi seharusnya pesantren dapat memberikan kontribusi lebih lanjut kepada lingkungan disekitarnya terkait pengembangan ekonomi kreatif berbasis pesantren.
Didasari pemikiran bahwa pesantren memiliki potensi untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya, Bank Mandiri berinisiatif menggelar kegiatan workshop “Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Goes to Pesantren” yang menjadi bagian dari rangkaian program WMM, dimana dalam kegiatan workshop ini para santri berkesempatan memperoleh materi mengenai peluang wirausaha yang sesuai dengan potensi yang ada di lingkungan sekitar pesantren.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkilfi Zaini mengatakan, setelah membangkitkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa melalui program WMM Goes to Campus, kini sudah saatnya Bank Mandiri mulai mengembangkan potensi lainnya, yakni Pesantren. “Kita ingin menyebarkan virus kewirausahaan kepada anak-anak muda. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan keterampilan para santri serta menumbuhkan sense of business mereka sehingga pada akhirnya akan terbentuk wirausaha-wirausaha muda potensial yang agamis,” ujar Zulkifli Zaini pada workshop “WMM Goes to Pesantren” yang diselenggarakan di Pondok pesantren Qodratullah, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Kamis (13/9).
Kegiatan “WMM Goes to Pesantren” yang diselenggarakan Bank Mandiri di Pondok pesantren Qodratullah ini diikuti sebanyak 700 santri dan santriwati yang berasal dari 20 pondok pesantren se-Sumatera Selatan (Sumsel) serta  dihadiri oleh Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Deputi Menteri bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Prakoso BS, dan jajaran pimpinan ponpes se Sumsel.
 

Lomba Wirausaha Muda Mandiri 2012

Salam Wirausaha

Kami sampaikan Pelaksanaan Program Wirausaha Muda Mandiri Tahun 2012 sebagai berikut :
1. Pendaftaran peserta dapat dilakukan secara langsung melalui website http://wirausaha.bankmandiri.co.id/ atau dengan mengisi formulir pendaftaran dapat diperoleh diwww.bankmandiri.co.id atau mengisi formulir di Bina Darma Entrepreneurship Center (kampus D) paling lambat tanggal 22 oktober 2012

2. Kriteria dan persyaratan peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki usaha yang telah dijalankan minimal 1 tahun terakhir terhitung tanggal 1 Oktober 2012

3. Kategori peserta dibagi menjadi 2 yaitu
1) kategori mahasiswa program diploma dengan usia maksimum
25 tahun
2)kategori alumni dan mahasiswa pascasarjana dengan usia maksimum 35 tahun (tidak ada batasan dalam lama/tahun kelulusan)

4. Kategori bidang usaha yang dilombakan meliputi,
1) Industri;
2) Perdagangan dan Jasa;
3) Boga;
4) Kreatif

Penjurian tingkat wilayah di Palembang pada bulan November 2012 dan penjurian tingkat nasional pada bulan Januari 2013.

PP Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan Dominasi Pemenang

Jakarta, NU Online
Sebagian jajaran nama yang masuk nominasi, akhirnya keluar sebagai pemenang. Dewan juri yang terdiri para ahli dan praktisi perekonomian, telah menyeleksi dan menilai presentasi para nominator yang diadakan oleh GP Ansor pada 13-16 Juli 2012 di Gedung Madinah Asrama Haji Donohudan, Surakarta, Jawa Tengah. 9 pemenang berasal dari PP Miftahul Ulum Al-Yasini, Pasuruan, Jawa Timur.

Anugerah wirasantri mandiri adalah ajang lomba penulisan dan penuangan ide kreatif santri untuk menggugah jiwa kewirausahaan. Sayembara ini terselenggara atas kerjasama GP Ansor dan Bank Mandiri. Para kontestan dapat menggarap satu dari empat kategori; Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan, Katergori Jasa dan Perdagangan, Kategori industri kreatif, dan Kategori pengolahan pangan.

Peraih juara umum dari Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan diraih oleh Aisyatul Widad, Feti Apriliyaputri, dan Leli Afsadia Alfarieza dari PP Miftahul Ulum Al-Yasini, Pasuruan Jawa Timur. Mereka mengajukan proposal ‘Budidaya Bayam Merah Secara Vertikultural’.

Berikut ini adalah nama-nama kontestan yang berhasil meyakinkan dewan juri dalam presentasi proposal mereka. Mereka adalah juara dari empat kategori.

1. Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Juara I
Judul Proposal: “Budidaya Bayam Merah Secara Vertikultur”
Perwakilan: PP Miftahul Ulum Al-Yasini, Pasuruan, Jawa Timur
1. Aisyatul Widad
2. Feti Apriliyaputri
3. Lely Afsadia Alfarieza

Juara II                       
Judul Proposal: “Terobosan Bisnis Pertanian Perikanan (Sistem Mina Padi Berbasis Ikan Koi dan Padi Organik)”
Perwakilan: PP. Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta
1. Agifian Hanif Firdaus

Juara III :
Judul Proposal: “Budidaya Pepaya California”
Perwakilan: PP. Minhajut Thullab, Banyuwangi, Jatim
1. Moch. Purnomo
2. Dwi Cahyono
3. Taufi Shidqi