CARA GAMPANG BUKA USAHA DALAM 30 HARI

Hari ke-1

Menguatkan niat untuk memulai usaha. Berdoalah kepada Tuhan, agar diberikan ide usaha yang terbaik dan kekuatan untuk membuka usaha paling lambat dalam 30 hari. Dan teruslah berdoa setiap hari ya…

Hari ke-2

Lihatlah pada diri kamu, apa hobi/kesukaan kamu? Apa pengalaman yang kamu punya? Apa keahlian yang kamu miliki? Atau apa barang, keahlian, pengalaman, dan sumberdaya lain yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kamu yang bisa kamu olah dan pasarkan ?

Hari ke-3

Gali dan petakan peluang-peluang yang ada di pasar yang berhubungan dengan hobi, pengalaman dan keahlian yang kamu miliki, ataupun yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kamu. Lalu pilih satu saja diantara peluang-peluang tersebut. Kalau masih bingung juga, amati saja usaha-usaha yang ada di sekitar yang relatif mudah untuk kamu jalani, lalu tiru dan sedikit modifikasi, maka jadilah usaha untuk kamu.

Hari ke-4

Mulai cari informasi di internet, buku, atau berbagai sumber informasi tentang usaha yang akan kamu jalani. Cari informasi ke mana beli bahan baku, bagaimana cara produksinya (jika harus produksi), peralatan apa yang dibutuhkan, dan sebagainya.

Hari ke-5

Carilah kenalan yang sudah menjalankan usaha seperti yang akan kamu jalani, belajarlah darinya. Pelajari bagaimana awalnya dia memulai usaha, apa saja yang harus diperhatikan jika membuka usaha seperti yang dia jalani saat ini, resikonya bagaimana, dan gali hal-hal lain yang kamu perlukan agar siap menghadapi semua konsekuensi  usaha tersebut.

Hari ke-6

Temukan pesaing kamu, datangi jika memungkinkan, cobalah menjadi pembelinya, pelajari bagaimana mereka memasarkan dan menjalankan usaha. Perhatikan dan catat kelemahan dan kelebihan mereka.

Hari ke-7

Kembali temukan pesaing lain, lalu pelajari juga mereka. Perhatikan dan catat  semua kekurangan dan kelebihan mereka. Semakin banyak pengetahuan kamu tentang pesaing, semakin mudah kamu memenangkan persaingan.

 Hari ke-8

Duduk di tempat yang nyaman, analisis dan renungkan apa yang kamu pelajari dari pesaing. Cari ide bagaimana supaya kamu bisa punya kelebihan/keunikan dibanding pesaing.

Hari ke-9

Tentukan target calon pembeli kamu (usia, jenis kelamin, pekerjaan, sosial ekonomi). Lihat besarnya populasi calon pembeli dan daya belinya, ukur kemampuan kamu untuk bisa menyentuh mereka.

Hari ke-10

Buat merek usaha yang mudah dibaca, mudah diingat, bermakna baik, dan menarik. Jika perlu, buat beberapa pilihan merek, dan uji merek mana yang paling tepat dengan menanyakan kepada orang-orang di sekitar kamu (terutama yang masuk dalam sasaran calon pembeli kamu).

Hari ke-11

Tentukan minimal satu keunikan usaha kita dibandingkan pesaing atau usaha sejenis yang sudah ada, bisa dari sisi produk, pelayanan, manfaat, harga, atau lainnya.

Hari ke-12

Tentukan sebagai apa kamu ingin produk atau merek usaha kamu ingin diingat oleh masyarakat/calon pembeli. Gali berbagai cara untuk bisa meng-komunikasikannya dengan baik kepada calon pembeli sasaran kamu.

Hari ke-13

Cari pemasok bahan baku yang dibutuhkan (jika kamu memproduksi sesuatu) atau cari pemasok barang yang akan kamu jual (jika kamu distribusi saja).

Hari ke-14

Lanjutkan mencari pemasok bahan baku atau produk yang akan kamu jual. Mulailah mencari calon tenaga kerja untuk usaha kamu (jika kamu sudah membutuhkan).

Hari ke-15

Buat perkiraan penjualan perbulan selama setahun, hitung perkiraan biaya produksinya, hitung perkiraan keuntungan kotor, buat perkiraan biaya operasional dan hitung perkiraan keuntungan bersih.

Hari ke-16

Hitung perkiraan modal awal berupa, biaya awal bahan baku, biaya peralatan/perlengkapan, dan biaya operasional untuk 3-6 bulan (misalnya : gaji, transport, sewa, dll).

 Hari ke-17

Coba lihat apa saja yang bisa kamu bayar tunda dari semua kebutuhan modal awal (misalnya barang dagangan bisa dipinjam atau konsinyasi dulu), sehingga kamu bisa menghemat modal usaha di awal. Negosiasikan dengan pemasok atau pemilik tempat yang kamu sewa. Usahakan modal usaha sekecil-kecilnya sehingga resiko usaha kamu semakin kecil.

Hari ke-18

Jika masih ada modal awal yang tetap harus disiapkan secara tunai, siapkan modal awal tersebut. Jika kamu memiliki tabungan, sebaiknya gunakan tabungan kamu. Atau jika kamu tidak memiliki uang tapi kamu memiliki sejumlah barang yang bisa dijual, maka jual saja. Jauh lebih baik kamu memulai usaha tanpa hutang.

 Hari ke-19

Jika kamu tidak memiliki uang sendiri dan juga tidak memiliki barang yang bisa kamu jual, kamu bisa mencari rekan yang memiliki modal untuk memulai usaha bersama. Jadikan teman kamu sebagai investor. Maksudnya, kamu yang menyiapkan dan menjalankan semua usaha yang direncanakan, sedangkan teman kamu menjadi pemodal. Tentukan berapa nilai saham kalian masing-masing.

Jangan lupa, buat kesepakatan bahwa jika usaha kamu merugi atau bangkrut, kamu tidak memiliki kewajiban untuk mengembalikan karena kalian berdau sama-sama menanggung resiko. Kamu telah rugi waktu dan tenaga, teman kamu rugi uang. Jadi bagi untung dan bagi rugi. Adil bukan ?

Hari ke-20

Jika kamu masih belum juga dapat modal, kamu bisa meminta dukungan dari orang tua. Silakan kamu sepakati apakah berbentuk pinjaman atau pemberian cuma-cuma.

Hari ke-21

Jika semua cara untuk memperoleh modal belum berhasil juga, minta UANG MUKA dari calon pembeli kamu, sehingga kamu punya cukup modal untuk membeli barang dagangan dan kebutuhan usaha lain. Banyak usaha dimulai dengan memanfaatkan uang muka calon pembeli. Tapi ingat, kamu harus tetap jujur, menepati janji, dan menyerahkan produk tepat waktu dan sesuai pesanan.

 Hari ke-22

Cari lokasi yang kamu butuhkan, sewa atau beli tergantung kesiapan dana kamu dan pertimbangan untung ruginya. Akan lebih bagus kalau kamu bisa kerjasama dengan pemilik tempat dengan cara bagi hasil, jadi kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sewa. Lokasi usaha kamu tidak harus fisik, tetapi juga bisa virtual alias berbisnis via online. Biaya sewa untuk membuka toko online jauh lebih murah dibandingkan sewa lokasi fisik.

 Hari ke-23

Mulai rapikan toko/warung atau kantor kamu, baik berbentuk fisik maupun online. Siapkan peralatan dan perlengkapan untuk usaha. Siapkan juga bahan baku atau barang dagangan.

Hari ke-24

Buat kartu nama, spanduk, brosur dan papan nama (jika dibutuhkan) untuk usaha kamu. Mulai susun strategi promosi apa yang akan kamu lakukan. Untuk menentukan cara promosi yang tepat, kenali betul siapa calon pembeli kamu.

Hari ke-25

Pasang spanduk di tempat strategis dan pasang papan nama di depan tempat usaha kamu, mulai sebarkan brosur dan kartu nama kamu ke tempat-tempat para calon pembeli kamu berada. Mulailan melakukan PENAWARAN.

Hari ke-26

Rekrut karyawan yang dibutuhkan untuk masa awal buka usaha. Latih mereka sehingga sesuai dengan kualitas yang mau harapkan. Siapkan administrasi penjualan, sistem pencatatan keuangan, sistem pengiriman, stok bahan baku dan lain-lain.

Hari ke-27

Cek kembali semua persiapan kamu. Pastikan semua sudah siap, dan lengkapi lagi jika masih ada yang kurang. Pastikan semua bahan baku dan peralatan sudah siap. J

Hari ke-28

Berikan undangan kepada teman-teman atau keluarga untuk menghadiri pembukaan usaha kamu. Kalau perlu, undang wartawan dari media massa untuk turut meliput pembukaan usaha kamu. Jika kamu bisa memberikan cerita yang menarik untuk diliput, kemungkinan besar mereka kan datang.

Hari ke-29

Persiapan akhir lanching usaha kamu, persiapkan mental kamu dan tim karyawan kamu. Berdoalah sekali lagi pada Tuhan agar dimudahkan esok hari.

Hari ke-30

Pembukaan usaha kamu. Selamat, semoga sukses dan berkah. Dan jangan lupa dicatat ya semua uang keluar masuk dalam usaha kamu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>