Khofifah: Perempuan Banyak Bergerak di UKM dan Mikro

JAKARTA–Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengatakan selama ini banyak perempuan masih berada dalam industri usaha mikro, kecil dan menengah dengan menjalani konsep kemandirian secara swadaya.

“Kalau perempuan, nampak di industri kreatif khususnya industri rumahan, mereka menginisiasi, membuat produk dan menembus pasar sendiri melalui kelompok-kelompok yang ada,” kata Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa kepada ANTARA, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut dia, berdasarkan pantauan Muslimat NU, selama ini banyak perempuan yang memiliki kreatifitas tinggi dengan membuat produk seperti bros, manik-manik dan dompet.
Selain itu menurut Khofifah, industri rumah seperti pembuatan kue juga memberikan ruang kepada perempuan untuk berkarya.
Khofifah mengatakan, selama ini industri rumahan yang digerakkan perempuan itu lebih banyak memasarkan produknya melalui jaringan internet. Langkah itu menurut dia sangat efektif untuk memasarkan produk-produk mereka hingga ke luar negeri.
“Di industri rumahan ini ibu-ibu yang tidak bisa keluar rumah secara ekonomi sangat terbantu dan pemasarannya dengan media online. Hal itu merupakan kemandirian luar biasa dalam menembus pasar lokal dan luar negeri,” ujarnya.
Menurut dia, industri rumahan ini berpotensi besar untuk dikembangkan dalam bentuk membuat seperti itu di beberapa tempat. Menurut dia langkah itu sangat efektif dan berguna bagi perempuan untuk menuai pendapatan yang dilakukan di lingkungan rumahnya.
“Selama ini yang berkembang adalah usaha kecil, yang relatif mandiri untuk berkembang. Indusri yang banyak berkembang adalah garmen dan makanan yang bisa tembus di pasar dalam dan luar negeri,” katanya.
Sebelumnya, Bank Dunia menyebutkan Indonesia akan memperoleh tiga keuntungan dari kebangkitan sektor industri, khususnya industri manufaktur. Ketiga keuntungan itu adalah pertumbuhan yang berkualitas, pekerjaan yang lebih layak, dan pengurangan kesenjangan gender.
Lembaga keuangan internasional itu menilai sektor manufaktur merupakan pendorong utama pertumbuhan yang berkualitas, cepat dan stabil bagi perekonomian secara keseluruhan. Sektor itu dinilai lebih tahan terhadap volatilitas harga di pasar internasional (dibandingkan dengan komoditas mentah).
Hal itu dapat diartikan, semakin besar kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB), semakin stabil ekonomi suatu negara. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia pada 2010 mencapai 25,7 persen, sudah lebih tinggi dibanding tahun 1990 sebelum krisis Asia yang hanya 20,6 persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>