Tag Archives: Berita NU

Liputan Media : Mandiri Sebarkan Wirausaha ke Pesantren

http://www.jawapos.com/teks/read/2012/02/04/6/236127/mandiri-sebarkan-wirausaha-ke-pesantren



PP AL Yasini Bentuk Santri Jadi Wirausahawan (Berita Pemkab pasuruan)

http://www.pasuruankab.go.id/berita-800-pp-al-yasini-bentuk-santri-jadi-wirausahawan.html

Pasuruan – Pesantren bukan sekedar wahana/tempat bagaimana menyiapkan generasi yang siap terjun kemasyarakat dengan modal keimanan serta agama yang kuat. namun pesantren bisa menjadi ladang pusat pertumbuhan ekonomi jika seluruh siswanya dibekali ilmu kewirausahaan, ucap Mujib Imron Pengasuh PP Terpadu Al Yasini Kec.Wonorejo saat memberi sambutan pembuka dalam acara workshop bertemakan Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Melalui Pesantren 3/12.
Workshop bekerjasama antara PP Al Yasini dengan Bank Mandiri Pusat yang di khususkan untuk mencetak calon pengusaha – pengusaha muda.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Hasan hadir dalam acara tersebut. Selain itu Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Amin Chaidar juga terlihat duduk di barisan depan, bersama dengan Sekjen PBNU Marsudi Suhud, Bupati Pasuruan DR Dade Angga S.IP M.Si, Ketua DPRD Irsyad Yusuf, KH Mas Subadar, KH Fuad Nur Hasan, dan Pengasuh Ponpes Al Yasini KH Mujib Imron.
Zulkifli dalam sambutannya mengatakan, keberadaan pesantren di tengah masyarakat, memiliki makna strategis untuk mengembangkan sentra ekonomi. Melalui pesantren dengan kesederhanaanya, nantinya pola pendidikan ekonomi tidak boleh di tinggalkan guna menunjang kewirausahaannya. Sense of Business menurut Zulkifli adalah keinginan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri, dalam koridor tidak meninggalkan kewajibannya memperdalam ilmu agama.
jadi sewaktu selesai melakukan tugas mondoknya, santri tidak kembali sebagai anak santri dikampungnya, tapi mampu menciptakan lapangan kerja yang akhirnya bermuara pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, imbuhnya.
Workshop yang berlangsung selama tiga jam itu pada nantinya, akan dilanjutkan dengan pembinaan serta pendampingan kepada para santri, sampai terciptanya kemauan untuk berwirausaha.
Sementara itu, Dade Angga mengaku mendukung penuh apa yang dilakukan Bank Mandiri di Kabupaten Pasuruan. Dia berharap kerja sama yang sudah dijalin pertama kalinya ini, akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
“Kami membuka lebar-lebar kepada siapa saja, tidak terkecuali Bank Mandiri yang membantu Ponpes Al Yasini dalam beberapa hal,” kata Dade dalam sambutannya.
Seperti diketahui, Bank Mandiri sendiri memberikan bantuan untuk Ponpes Al Yasini sebesar Rp 250 Juta, di mana dari jumlah tersebut dialoksikan untuk renovasi masjid dan pengadaan komputer.
workshop diikuti sebanyak 400 santri 3mpat kota yakni, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Jember

Berita foto Workshop Antara.com

http://www.antarafoto.com/bisnis/v1328263512/wirausaha-masuk-pesantren

PASURUAN, 3/2 – WIRAUSAHA MASUK PESANTREN.Sekjen PBNU Marsudi Suhud (3 kanan), Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini (2 kanan) dan Pengasuh Ponpes Al-Yasini Pasuruan KH A Mujib Imron (kanan), meninjau usaha mandiri para santri usai membuka workshop pengembangan kewirausahaan melalui pesantren di ponpes Al-Yasini di Pasuruan, Jawa timur, Jumat (3/2). Workshop bertajuk WMM Goes to Pesantren itu diikuti lebih dari 400 peserta yang berasal dari ratusan pesantren di Pasuruan, Malang, Probolinggo, Situbondo, dan Lumajang.FOTO ANTARA/HO/Abdul/pd/12

Warta NU :RMI dan Bank Mandiri Dorong Kewirausahaan di Pesantren

http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/36166/Warta/RMI_dan_Bank_Mandiri_Dorong_Kewirausahaan_di_Pesantren.html

Pasuruan, NU Online
Bank Mandiri terus merealisasikan komitmennya untuk menciptakan kewirausahaan tangguh guna mendorong peningkatan perekonomian tanah air.

Hal itu diungkapkan Dirut Bank Mandiri, Zulkifli Zaini dalam Workshop Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Lewat Pesantren di Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini Areng-areng, Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (3/2).

Workshop yang dilaksanakan Bank Mandiri bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU diikuti sekitar 400 santri dari Pasuruan, Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo.

Workshop yang berlangsung selama sehari tersebut mendatangkan narasumber pengusaha nasional Ainur Rofiq, serta sejumlah finalis dan pemenang Wirausaha Muda Mandiri, seperti Ridwan Abadi, Fauzan Hangriawan, Fauzan T. Hananto yang akan memnyampaikan pengalamannya, serta kiat-kiat berwirausaha.

Bank Mandiri Terus Komitmen Cetak Wirausahawan Pesantren (antarajatim.com)

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/81727/bank-mandiri-terus-komitmen-cetak-wirausahawan-pesantren

Pasuruan – Bank Mandiri terus merealisasikan komitmen untuk mencetak wirausahawan tangguh guna mendorong peningkatan perekonomian di Tanah Air, termasuk wirausahawan dari kalangan pesantren.

Hal itu diungkapkan Dirut Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, dalam workshop sehari bertajuk “Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Lewat Pesantren” di Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini, Areng-areng, Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat.

Workshop yang dilaksanakan Bank Mandiri bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiah NU itu diikuti 400 santri dari Pasuruan, Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo.

Workshop sehari itu mendatangkan narasumber pengusaha nasional Ainur Rofiq, serta sejumlah finalis dan pemenang Wirausaha Muda Mandiri, seperti Ridwan Abadi, Fauzan Hangriawan, Fauzan T. Hananto yang menyampaikan pengalaman serta kiat-kiat berwirausaha.

Zulkifli mengungkapkan, pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren merupakan program tindak lanjut yang sebelumnya telah dilaksanakan di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Program serupa juga akan dikembangkan lagi ke perguruan tinggi agama Islam,” katanya.

Zulkifli juga mengatakan, pengembangan kewirausahaan di pesantren juga dapat menumbuhkan sentra ekonomi yang dapat menyejahterakan masyakarat di sekitarnya.

Hal itu karena keberadaan pesantren di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk megembangkan sentra ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pesantren juga telah lama mengakar di masyarakat. Hal ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup,” kata Zulkifli.

Melalui program tersebut, Bank mandiri ingin terus meningkatkan ketrampilan santri pondok pesantren se- Jawa Timur untuk menumbuhkan “sense of business” sehingga tercipta wirausaha-wirausaha muda yang potensial dari pesantren.

Zulkifli berharap para santri yang telah mengikuti program kewirausahaan, selepas dari pesantren nanti tidak lagi mencari pekerjaan, tapi sebaliknya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

“Nantinya, para santri yang telah mengikuti prgram kewirausahaan akan terus mendapatkan pendampingan kemitraan. Kami mengucurkan dana pendampingan kemitraan dari 2-3 persen dari total laba pada tahun 2011 yang mencapai Rp109 miliar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU, Amin Haidir, mengatakan, program kewirausahaan yang dilaksanakan di pesantren sangat cocok dengan watak pesantren yang sejak lahir hingga kini memang bersifat swasta.

“Seluruh pondok pesantren di Indonesia memang swasta, sehingga kegiatan yang diprakarsai Bank Mandiri tersebut sangat tepat untuk pengembangan kewirausahaan,” kata Amin Haidar.

Ia mencatat jumlah pondok pesantren yang tergabung dakam Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU mencapai 23 ribu pesantren yang mendidik sekitar empat juta santri, sehingga jika seluruh santri tersebut berhasil diberdayakan menjadi wirausaha yang mandiri, maka dipastikan bangsa Indonesia bakal makmur.

Selain menggelar workshop kewirausahaan, Bank Mandiri dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan hibah senilai Rp350 juta untuk merevitalisasi masjid dan pengadaan komputer Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini, Areng-areng, Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan. (*)

Wirausaha Muda Mandiri rambah pesantren (www.kabarbisnis.com)

ww.kabarbisnis.com/read/2826125

PASURUAN, kabarbisnis.com: Upaya mendorong kewirausahaan muda terus dilakukan. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, yang terkenal dengan perhelatan Wirausaha Muda Mandiri mulai menyasar kelompok pesantren setelah sebelumnya hanya terfokus pada perguruan tinggi.

 

 

Bank Mandiri menggelar workshop kewirausahaan di Pesantren Al-Yasini, Areng-areng Sambirisah Wonorejo Pasuruan Jawa Timur, Jumat (3/2?2012), untuk mengembangkan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Acara tersebut dihadiri antara lain oleh Bupati Pasuruan Dade Angga, Sekjen PB NU Marsudi Suhud, Ketua Umum Rabithah Ma`ahid Islamiyah NU Amin Chaidir, dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan KH A. Mujib Imron.

 

 

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, keberadaan pesantren di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk mengembangkan sentra ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

“Pesantren telah lama mengakar di masyarakat. Hal ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup. Melalui program ini, kami berupaya mendorong keterampilan santri pondok pesantren untuk menumbuhkan sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial,” kata Zulkifli.

 

 

Workshop peningkatan kewirausahaan masyarakat melalui pesantren. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 400 peserta yang berasal dari ratusan pesantren yang terdapat di Pasuruan, Malang, Probolinggo, Situbondo dan lumajang.

 

 

Pada workshop ini, pengusaha nasional Ainur Rofiq serta beberapa finalis dan pemenang Wirausaha Muda Mandiri, seperti Ridwan Abadi, pemenang kedua WMM 2010; Fauzan Hangriawan, pemenang pertama WMM 2010, dan Fauzan T. Hananto finalis WMM, turut menyampaikan pengalaman serta kiat-kiat berwirausaha.

 

 

Program Wirausaha Muda Mandiri adalah ajang pencarian bibit pebisnis muda yang diinisiasi oleh Bank Mandiri. kbc4

 

Bank Mandiri Sasar Komunitas Pesantren (Harian Surya 4 Februari)

http://www.surya.co.id/2012/02/03/bank-mandiri-sasar-komunitas-pesantren

PASURUAN | SURYA Online - PT Bank Mandiri Tbk ekspansi ke komunitas pondok pesantren dalam mencari bibit-bibit wirausaha muda sebagai calon debitur baru lewat Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

Dirut PT Bank Mandiri Tbk Zulkifli Zaini mengatakan, program WMM selama ini hanya menyentuh kalangan perguruan tinggi swasta dan negeri.

“Kami perluas dengan menyasar kalangan pondok pesantren. Setelah ini juga di kalangan institut baik negeri maupun swasta,” katanya di sela Workshop Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Melalui Pondok Pesantren di Ponpes Al Yasini, Jumat (3/2/2012).

Meskipun peranan WMM yang digagas sejak 2006 belum signifikan melahirkan debitur-debitur baru saat ini namun Zulkifli meyakini program ini memiliki edukasi jangka panjang.

“Servey statistik di Indonesia jumlah wirausahawan kita baru 0,24 persen dari total jumlah penduduk yang produktif. Padahal, berdasarkan teori David McLellan sebuah masyarakat bisa makmur apabila ada minimal 2 persen penduduknya menjadi enterpreneur,” jelasnya.

Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Amin Chaidir berharap agar kerjasama Bank Mandiri dengan pondok pesantren kali ini bisa lebih  mengembangkan semangat wirausaha para santri.

“Basic ilmu yang diberikan pada para santri adalah wirausaha, ekonomi pedesaan biasanya digerakkan oleh komunitas pondok pesantren. Sinergi ini diharapkan bisa saling menguntungkan nantinya,” imbuhnya.

Di Indonesia saat ini ada 23.000 pondok pesantren yang bernaung di bawah NU. “Kalau benar-benar dibina dan diberi stimulus maka bisa memberi kontribusi yang cukup bagus terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Stimulus yang diberikan dalam hal ini antara lain berupa suntikan permodalan usaha sebesar Rp 350 juta kepada Ponpes Al Yasini dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Sepanjang 2011 Bank Mandiri mengucurkan Rp 109 miliar khusus untuk program kemitraan (kredit lunak untuk modal usaha). Kredit ini hanya dikenakan bunga pinjaman 6 persen efektif per tahun dengan tenor 3 tahun.